Definisi UKM
Usaha Kecil dan
Menengah
disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil
yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah
dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan
Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi
rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan
kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha
yang tidak sehat.”
sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Usaha_Kecil_dan_Menengah
Perkembangan
Jumlah Unit Dan Tenaga Kerja Di UKM
Kenikan jumlah unit UKM erat kaitannya dengan boom yang di alami oleh bebrapa
subsektor pertanian, khususnya perkebunan sebagai efek “positif” dari
depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Distribusi jumlah unit usaha menurut skala usaha dan
sektor menunujukan bahwa di satu sisi, UKM memiliki keunggulan atas UB di
pertanian dan di sisi lain dapat dilihat dari jenis produk yang di buat, jenis
teknologi dan alat-alat produksi yang di pakai dan metode produksi yang di
terapkan UKM di Indonesia pada umumnya masih dari kategori usaha ‘primitif’.
Pentingnya UKM sebagai salah satu sumber pertumbuhan
kesempatan kerja di Indonesia tidak hanya tercerminkan pada kondisi statis
yakni jumlah orang yang bekerja di kelompok usaha tersebut yang jauh lebih
banyak daripada yang diserap oleh UB, tetapi tetapi juga dapat dilihat pada
kondisi dinamis yakni dari laju kenaikannya setiap tahun yang lebih tinggi
daripada oleh UB.
Data statistik menunjukkan jumlah unit usaha kecil
mikro dan menengah (UMKM) mendekati 99,98 % terhadap total unit usaha di
Indonesia. Sementara jumlah tenaga kerja yang terlibat mencapai 91,8 juta orang
atau 97,3% terhadap seluruh tenaga kerja Indonesia. Menurut Syarif Hasan,
Menteri Koperasi dan UKM seperti dilansir sebuah media massa, bila dua tahun
lalu jumlah UMKM berkisar 52,8 juta unit usaha, maka pada 2011 sudah bertambah
menjadi 55,2 juta unit. Setiap UMKM rata-rata menyerap 3-5 tenaga kerja.
Maka dengan adanya penambahan sekitar 3 juta unit maka tenaga kerja yang
terserap bertambah 15 juta orang. Pengangguran diharapkan menurun dari 6,8%
menjadi 5 % dengan pertumbuhan UKM tersebut. Hal ini mencerminkan peran serta
UKM terhadap laju pertumbuhan ekonomi memiliki signifikansi cukup tinggi bagi
pemerataan ekonomi Indonesia karena memang berperan banyak pada sektor ril.
Negara besar dan kaya sumberdaya alam seperti
Indonesia dengan jumlah penduduk mendekati seperempat milyar membutuhkan
kegiatan ekonomi yang berpijak pada sektor ril. Investasi swasta (termasuk
asing) perlu diarahkan pada penanaman modal di sektor ril bukan non riil.
Aliran dana investasi yang berupa ‘hot money' hanya akan menciptakan
pertumbuhan ekonomi yang semu dan rentan terhadap gejolak politik. Jika ini
terjadi maka dapat mengganggu perekonomian bangsa secara keseluruhan.
Referensi :
https://nissakfh.wordpress.com/2011/04/14/ukm-usaha-kecil-menengah-penanam-modal-asing-23210895/
Nilai Output dan Nilai Tambah
Peran UKM di Indonesia dalam bentuk
kontribusi output pertumbuhan PDB cukup besar.Kontribusi UK terhadap
pembentukan PDB lebih kecil dibandingkan kontribusinya terhadap kesempatan
kerja/rasio NOL menunjukkan bahwa tingkat produktivitas di UK lebih rendah
dibandingkan di UM dan di UB .Tingkat produktivitas diukur berdasarkan L dan K
(PP/ dari TFP : produktivitas dari factor-faktor produksi secara total.Pasar
yang dilayani UM berbeda dengan pasar UK.Pasar UM banyak melayani masyarakat
berpenghasilan menengah ke atas dengan elastisitas pendapatan positif.Pasa yang
dilayani UK lebih banyak kelompok pembeli berpenghasilan rendah dengan
elastisitas pendapatan negative.
Ekspor
Ekspor adalah proses transportasi barang
atau komoditas dari suatu negara
ke negara lain.[2] Proses ini seringkali digunakan
oleh perusahaan dengan skala bisnis kecil sampai menengah sebagai strategi
utama untuk bersaing di tingkat internasional.[3] Strategi ekspor digunakan karena
risiko lebih rendah, modal lebih kecil dan lebih mudah bila dibandingkan dengan
strategi lainnya. [3] Strategi lainnya misalnya franchise dan akuisisi.
sumber
: http://id.wikipedia.org/wiki/Ekspor
Prospek UKM
Dalam Era Perdagangan Bebas Dan Globalisasi Dunia
Globalisasi perekonomian dunia juga memperbesar
ketidakpastian terutama karena semakin tingginya mobilisasi modal, manusia, dan
sumber daya produksi lainnya. Kemampuan UKM bertahan selama ini di Indonesia
menunjukan potensi kekuatan yang dimiliki UKM Indonesia untuk menghadapi
perubahan-perubahan dalam perdagangan dan perekonomian dunia di masa depan.
·
Sifat Alami
dari Keberadaan UKM
Relatif lebih baiknya UK dibadingkan UM atau UB dalam
menghadapi krisis ekonomi tahun 1998 tidak lepas dari sifat alami dari
keberadaan UK yang berbeda dengan sifat alami dari keberadaan UM apalagi UB di
Indonesia.
Sifat alami yang berbeda ini sangat penting untuk
dipahami agar dapat mempredisikan masa depan UK atau UKM.
UK pada umumnya membuat barang-barang konsumsi
sederhana untuk kebutuhan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Sebagian
dari pengusaha kecil dan pekerjanya di Indonesia adalah kelompok masyarakat
berpandidikan randah (SD) dan kebanyakan dari mereka menggunakan mesin serta
alat produksi sederhana atau implikasi dari mereka sendiri. UK sebenarnya tidak
terlalu tergantung pada fasilitas-fasilitas dari pemerintah termasuk skim-skim
kredit murah.
Untuk
mengetahui besarnya dampak dan proses terjadinya dampak tersebut dari suatu
gejolak ekonomi seperti krisis tahun 1998 terhadap UK perlu dianalisis dari dua
sisi :
–
Penawaran
–
Permintaan
Dari sisi penawaran, pada saat krisis berlangsung
banyak pengusaha-pengusaha kecil terpaksa menutup usaha mereka karena mahalnya
biaya pengadaan bahan baku dan input lainnya terutama yang diimpor
akibat apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Namun, krisis ekonomi tahun 1998 memberi suatu
dorongan positif bagi pertumbuhan UK (dan mungkin hingga tingkat tertentu bagi
pertumbuhan UM) di Indonesia. Bagi banyak orang khususnya dari kelompok
masyarakat berpendapatan rendah atau penduduk miskin UK berperan sebagai salah
satu the last resort yang memberi sumber pendapatan secukupnya atau penghasilan
tambahan.
Dari sisi permintaan salah satu dampak negatif dari
krisis ekonomi tahun 1998 yang sangat nyata adalah merosotnya tingkat
pendapatan riil masyarakat per kapita. UK di Indonesia hingga saat ini tetap
ada bahkan jumlahnya terus bertambah walaupun mendapat persaingan ketat dari
UM, UB dan dari produk-produk M serta iklim berusaha yang selama ini terlalu
kondusif akibat kebijakan-kebijakan pemerintah yang dalam prakteknya tidak
terlalu “pro” UK.
Pada umumnya produk-produk buatan UK adalah dari
kategori inferior yang harganya relatif murah daripada harga dari produk
sejenis buatan UM dan UB atau M. Struktur pasar output dualisme ini
yang membuat UK bisa bertahan dalam persaingan dengan UM, UB dan produk-produk
M.
·
Kemampuan
UKM
Dalam era perdagangan bebas dan globalisasi
perekonomian dunia terdapat tiga faktor kompetitif yang akan menjadi dominan
dalam menentukan bagus tidaknya prospek dari suatu usaha antara lain:
1. Kemajuan T
2. Penguasaan
ilmu pengetahuan
3. Kualitas SDM
yang tinggi (profesionalisme)
Sayangnya, ketiga faktor keunggulan kompetitif
tersebut masih merupakan kelemahan utama dari sebagian besar UKM (terutama UK)
di Indonesia.
sumber : http://riobcs.blogspot.com/2015/04/prospek-ukm-dalam-era-perdagangan-bebas.html

Posting Komentar