dytaherfiani4@blogger.co.id

KITA

Wajah itu datang kembali
Hanya saja waktu merubahnya dengan kesunyiaan
Tak ada kata yang terucap, hanya mata yang berbicara
Tak ada kebersamaan tercipta hanya keasingan yang ada
Mungkin ini kita yang sekarang
Hanya mampu memandang dari kejauhan dan pelan pelan saling melupakan







Cipt.Dyta Herfiani





                               



dytaherfiani4@blogger.co.id

Pengertian Sistem

Sistem berasal dari bahasa latin (systema) dan bahasa yunani (sustema) adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran Informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Jadi sitem adalah sekumpulan kesatuan yang memilki hubungan di antara mereka untuk mencapai suatu tujuan yang sama.

Sistem Ekonomi dan Sistem Politik

Sistem ekonomi adalah kumpulan dari aturan-aturan atau kebijakn-kebijakan yang saling berkaitan dalam upaya memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran. Jadi pada dasarnya sistem ekonomi adalah sebuah sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antara manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tantanan hidup. Perangkat kelembagaan yang dimaksud meliputi lembaga-lembaga ekonomi yang formal maupun tidak moral . Sistem Ekonomi sesungguhnya merupakan salah satu unsur saja untuk kehidupan manusia. Sistem Ekonomi politik adalah mekanisme yang mengatur tata cara menjalankan pemerintahan dan struktur hubungan lembaga lembaga kenegaraan untuk mempertahankan kekuasaan dalam upaya penyelenggaraan negara demi mewujudkan kesejahteraan negara. Dengan demikian, ekonomi politik sebagai suatu sistem mengandung arti adanya tatanan ekonomi politik yang dibangun di atas asas yang khas dengan unit-unit yang saling terhubung dan terpadu sebagai suatu cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Karena itu, identifikasi perbedaan terhadap suatu ekonomi politik dapat dikenali dari sistem yang dibangun, mulai dari cara dan mekanismenya, asas dan tujuannya. Berdasarkan hal itu, maka secara mudah dapat dikenali jenis-jenis ekonomi politik melalui identifikasi tujuan, cara dan asasnya yang  bersifat kapitalis atau sosialis.

Kapitalisme dan Sosialisme

Konsep
Kapitalisme
Sosialisme
Sumber kekayaan
Sumber kekayaan sangat langka( scarcity of resources)
Sumber kekayaan sangat langka( scarcity of resources)
Kepemilikan
Setiap pribadi di bebaskan untuk memiliki semua kekayaan yang di peroleh nya
Sumber kekayaan di dapat dari pemberdayaan tenaga kerja (buruh)
Tujuan Gaya hidup perorangan
Kepuasan pribadi
Ke setaraan penghasilan di antara kaum buruh

Jadi, tabel di atas menerangkan 2 konsep sistem per ekonomian yaitu: Kapitalisme, dan Sosialisme.

Konsep dari ekonomi kapitalisme sumber kekayaan itu sangat langka dan harus di peroleh dengan cara bekerja keras di mana setiap perorangan boleh memiliki kekayaan yang tiada batas, untuk mencapai tujuan hidupnya. Dalam sistim ekonomi kapitalisme perusahaan di miliki oleh perorangan. Terjadi nya pasar (market) dan terjadinya demand and supply adalah ciri khas dari ekonomi kapitalisme. Keputusan yang diambil atas isu yang terjadi seputar masalah ekonomi sumbernya adalah dari kalangan kelas bawah yang membawa masalah tersebut ke level yang lebih atas.
Dan konsep ekonomi sosialisme, sumber kekayaan itu sangat langka dan harus di peroleh lewat pemberdayaan tenaga kerja (buruh), di semua bidang, pertambangan, pertanian, dan lainnya. Dalam sistem Sosialisme, semua Bidang usaha dimiliki  dan diproduksi oleh Negara. Tidak terciptanya market (pasar) dan tidak terjadinya supply dan demand, karena Negara yang menyediakan semua kebutuhan rakyatnya secara merata. Perumusan  masalah dan keputusan di tangani langsung oleh negara.



PENGERTIAN PERSAINGAN TERKENDALI

  Berdasarkan sistem pemilikan sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi, tak terdapat alasan untuk menyatakan bahwa sistem ekonomi kita adalah kapitalistik. Indonesia mengakui pemilikan individual atas faktor-faktor produksi; kecuali untuk sumber daya yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Jadi secara konstitusional, sistem ekonomi indonesia bukan kapitalisme dan bukan pula sosialisme.
  Sehubungan dengan persaingan antar badan-usaha, tidak terdapat rintangan bagi suatu perusahaan untuk memasuki bidang usaha tertentu. Namun untuk menghindari persaingan tak sehat dalam pasar barang tententu yang sudah jenuh, pemerintah mengendalikannya dengan membuka prioritas-prioritas bidang usaha.
  Jadi pada kesimpulannya, bahwa iklim persaingan berekonomi dan kompetisi berbisnis di indonesia bukanlah persaingan yang bebas-lepas, melainkan persaingan yang terencana-terkendali.


KADAR KAPITALISME DAN SOSIALISME


Unsur-unsur kapitalisme dan sosialisme jelas terkandung dalam pengorganisasian ekonomi Indonesia. Untuk melihat seberapa tebal kadar masing-masing “isme” ini mewarnai perekonomian, seseorang bisa melihatnya dari dua pendekatan. Pertama adalah dengan pendekatan faktual structural, yakni menelaah peranan pemerintah atau negara dalam struktur perekonomian. Kedua adalah pendekatan sejarah , yakni dengan menelusuri bagaimana perekonomian bangsa diorganisasikan dari waktu ke waktu.

Untuk mengukur kadar keterlibatan pemerintah dalam perekonomian dengan pendekatan faktualstruktural, dapat digunakan kesamaan agregat Keynesian yang berumuskan :

Y = C + I + G + (X – M)         Keterangan:       Y = pendapatan nasional
                                                                                    C = konsumsi masyarakat
                                                                                     I = investasi
                                                                                    G = pengeluaran pemerintah
                                                                                    X = ekspor
                                                                                    M = impor
Dengan formula ini berarti produk atau pendapatan nasional dirinci menurut penggunanaan atau sector pelakunya. Kesamaan ini merupakan rumus untuk menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran. Variable C melambangkan konsumsi masyarakat, mewakili sektor orang perorangan atau rumah tangga.variabel I melambangkan pengeluaran investasi perusahaan-perusahaan, mewakili sektor usaha swasta. Sektor pemerintah diwakili oleh variable G yang melambangkan pengeluaran konsumsi pemerintah. Adapun X dan M masing-masing melambangkan ekspor dan impor, mewakili sektor perdagangan luar negeri negara yang bersangkutan.

Sistem ekonomi campuran dengan persaingan terkendali, agaknya merupakan sistem ekonomi yang tepat untuk mengelola perekonomian indonesia. Walaupun demikian, akhir-akhir ini kita dapat menyaksikan dan merasakan betapa perekonomian Indonesia semakin bersifat liberal dan kapitalistik. Terdapat cukup bukti untuk menunjukan kadar kapitalisme yang semakin tebal.

Derasnya arus globalisasi bersamaan dengan bubarnya sejumlah negara komunis utama yang bersistem ekonomi sosialisme, telah menggiring Indonesia terseret arus kapitalisme. Apakah bangsa dan masyarakat kita pada akhirnya akan dapat menerima sistem ekonomi kapitalisme yang kian menggejala sekarang ini, sejarahlah kelak yang akan menjawabnya.

REFERENSI
  1. http://www.elearning.stia-naganraya.ac.id/download
  2. http://www.slideshare.net/ophe02/bab-3-sistem-perekonomian-dunia





dytaherfiani4@blogger.co.id

 Kehidupan Kelurga ku

Rabu, 24 April 1996 pukul 11.45 WIB, Aku terlahir di dunia ini. Aku terlahir seperti bayi bayi pada umumnya, dan memilki postur tubuh seperti ini : mata sipit, hidung tidak terlalu mancung atau bisa disebut pesek, bibir yang standar, alis yang kurang jelas bentuknya, rambut ikal dan berwarna agak pirang dan warna kulit yang tidak terlalu putih dan tidak terlalu hitam. Mamah dan Papah memberikan ku sebuah nama yaitu Dyta Herfiani, begitu banyak panggilan yang ada di diri ku seperti pegi, Encek, Idung, dan amoy. Kalangan Keluarga yang sering memanggil seperti itu, tapi wajar saja, keluarga ku di isi oleh orang orang yang humoris.

Aku mempunyai seorang kaka yang bernama Dylan Jajuli, kami beda 3 tahun. Begitu banyak perbedaan antara aku dan kaka ku, tapi banyak yang bilang bahwa kami sekilas mirip wajahnya hanya saja perbedaannya hidung kaka ku agak sedikit mancung dan matanya tidak terlalu sipit. Kami sangat takut kepada mamah, karena kami selalu buat ulah sewaktu kecil. Seperti berebutan gunting, main berantem beranteman di kasur sampai berantakan, main hujan hujanan dan banyak lagi yang membuat mamah marah. Kami tidak pernah berantem dengan kata kata yang kasar, karena setiap ucapan yang tak pantas untuk kami ucapkan mamah selalu mengancam kami untuk memakan cabe karena telah berkata yang tidak baik, suatu ketika aku berantem dengan kaka ku kami saling berteriak berbicara yang tidak baik dan tiba tiba mamah datang membawa cabe sebagai bentuk hukuman untuk kami yang sudah berkata tidak baik, dari situ kami takut untuk berkata-kata yang tidak baik. Tidak terasa waktu pun cepat berlalu, aku mempunyai adik perempuan bernama Syfa Apriyani ia lahir pada tanggal 18 April 2006 pukul 15.00 pada saat itu aku duduk di Sekolah Dasar kelas 5 dan kaka ku duduk di SMP kelas VIII, kami sangat senang atas kehadirannya dan kami sangat antusias membantu mamah untuk menyiapkan makanannya, memandikannya, memakaikan bajunya dan lainnya karena kami telah lama mengharapkan seorang adik ditengah tengah keluarga kami.

Tak terasa 1 tahun pun berlalu, mamah pun sering sakit sakitan aku pun tak mengerti apa penyebabnya hingga suatu ketika mamah pingsan aku baru saja pulang sekolah, aku pun langsung mendekatinya dan memberikan minyak kayu putih agar mamah tersadar, aku pegang tangannya yang dingin dan kakinya pun dingin, YaAllah aku sangat takut disaat itu. Aku takut terjadi apa apa terhadap mamah namun 5 menit kemudian mamah sadarkan diri dan aku bersyukur. Setelah kejadian itu mamah pernah mengalami bedtres, tidak bisa apa apa hanya dikasur saja karena kaki dan perutnya sakit setiap datang bulan atau meanstruasi, setelah meanstruasinya hilang mamah pun kembali sehat seperti tak pernah sakit apa apa, mamah sering seperti itu setiap bulannya hingga akhirnya mamah periksa ke dokter dan ternyata mamah mempunyai penyakit Kista, pada saat itu lah mamah sering ke Rumah Sakit untuk pengecekan selanjutnya. Pada saat aku Ujian Nasional, mamah pun di operasi di Rs. Salak Bogor, aku pun kesana menunggunya dengan Alm.Nenek, kaka ku, dan saudara saudara ku. 4 jam berlalu mamah tak kunjung keluar dari tempat operasi tersebut, kami pun panik dengan keadaanya, kenapa lewat dari jam yang ditentukan? seharusnya hanya 2 jam saja tapi ini sudah lewat 2 jam, pikiran ku makin tak karuan setelah banyak pasien yang keluar dari ruang operasi tapi mamah pun tak kunjung keluar.

Keluarlah seorang Dokter dari ruang operasi tersebut dan bertanya "ada keluarga Herlina?" kami pun kaget mendengarnya, Alm.Nenek ku pun langsung menghampirinya "iya, saya dok", dokter pun langsung mengajak Alm.Nenek ku keluar agak jauh dari aku dan kaka ku karna ada hal yang ingin disampaikan mengenai kondisi mamah ku. Aku pun takut terjadi apa apa terhadap mamah, kaki terasa tak tampak lagi, dan otak tak dapat mencerna semua ucapan, yang ada di pikiran ku hanyalah mamah. 5 menit setelah Alm.Nenek ku berbicara kepada Dokter itu, nenek menghampiri kami dan memeluk kami sambil berkata "mamah baik baik aja ko" kami pun tak mengerti, namun tak lama kemudian keluarlah mamah dalam kondisi yang tak berdaya dengan diselimuti oleh kain putih, aku pun langsung menghampirinya dan mamah pun tersenyum kepada ku, aku pun langsung memegang tangannya dan tersenyum kembali mengikuti suster yang mengantar mamah ke kamar inap mamah. Itu adalah hal yang terberat dalam hidup ku, aku sangat takut kehilangannya hingga saat ini aku pun tak ingin jauh jauh darinya, banyak yang bilang bahwa tingkah ku seperti anak terahkir yang pada umumnya memilki sifat manja tapi aku mempunyai adik yang sangat tangguh, aku terlalu sayang kepada mamah hingga jika di dekatnya aku masih merasa seperti putri kecilnya seperti umur 5 tahun hanya saja postur tubuhnya yang berbeda.

Aku takut jika waktu membawa orang tua ku pergi, aku takut ketika mereka pergi kami belum bisa membahagiakannya, aku takut tak bisa bercanda dengannya dan aku selalu takut, hingga setiap malam aku tidur bersama mamah jika papah tidak dirumah karna papah ku kerja dengan kurun waktu yang lama sesuai kontraknya, dan aku yang menemani mamah, setiap malam aku melihatnya jika kedua tangannya terletak diperutnya, aku pun langsung memegang tanganya dan menciumnya hingga pagi hari karena aku terlalu takut kehilangnya.

Jagalah semua orang yang kamu sayangi sebelum waktu mengajarkan mu sebuah perpisahan yang menyakitkan, dan lakukanlah yang terbaik untuk mereka sebelum waktu yang membuat mu menangis akan penyesalan yang tak berarti. Do good and good come to you :)
dytaherfiani4@blogger.co.id


Aku ingin terbang
Terbang bersama sejuta harapan
Mungkin aku sudah terbang, terbang dalam sebuah angan angan
Terpenjam dalam sebuah kebahagian dan enggan untuk membuka mata kembali
           
            Namun seketika semua sirna oleh terpaan angin
            Semua tak lagi sama dengan harapan ku
            Harapan ku pergi bersama sang angin
                       
                    Bagaimana bisa ia terbawa oleh angin?
                    Sementara, harapan yang membawa ku terbang
                    Harapan yang menunjukan ku sebuah keindahan dunia
                    Namun, ia pun hilang akan keindahan sang angin
                    Dan pergi meninggalkan ku sendiri

Aku tersadar...........
Sayap yang kumilki ternyata hanya imajinasi ku saja
Kebahagian yang pernah ku rasakan hanyalah sebuah mimpi
Semua itu, hanya harapan semu



Cipt. Dyta Herfiani